Jakarta (KABARIN) - Aktor Tom Cruise melakukan transformasi besar-besaran demi memerankan karakter utama dalam film terbaru arahan sutradara Alejandro G. Iñárritu berjudul Digger. Dalam film produksi Warner Bros. itu, Cruise tampil sebagai pria lanjut usia berperut buncit yang menjadi penguasa bisnis minyak.
Berdasarkan trailer perdana yang dirilis, Cruise memerankan Digger Rockwell, seorang konglomerat minyak yang diduga menjadi penyebab bencana ekologis berskala global. Di sisi lain, tokoh tersebut juga digambarkan sebagai sosok yang memiliki kemampuan untuk mengatasi krisis mencairnya lapisan es di dunia, seperti dilaporkan Variety dan Deadline.
Demi mendalami perannya, Cruise tampil dengan logat Amerika Selatan yang kental, rambut memutih dan mulai menipis, serta tubuh yang dibuat tampak lebih gemuk.
Iñárritu mengungkapkan gagasan mengenai Digger mulai muncul tak lama setelah ia merampungkan film The Revenant. Saat itu, ia belum memiliki naskah maupun konsep cerita yang matang, tetapi sudah terbayang jelas sosok karakter utama yang terus memenuhi pikirannya.
"Saya tahu siapa karakter ini. Film ini membutuhkan Tom. Kami sudah ingin bekerja sama sejak awal abad ini. Saya mengaguminya sebagai aktor selama bertahun-tahun, dan itu bukan kejutan bagi saya," ujar Iñárritu.
Ia juga memuji totalitas Cruise dalam membangun karakter Digger. Menurutnya, sang aktor bahkan sempat mengatakan bahwa dirinya membutuhkan waktu sekitar 40 tahun untuk benar-benar siap memerankan karakter tersebut.
Cruise mengaku sudah lama mengagumi karya Iñárritu, terutama film Amores Perros yang melambungkan nama sang sutradara pada tahun 2000. Karena itu, ia langsung tertarik ketika ditawari memerankan Digger Rockwell.
“Alejandro menunjukkan seperti apa penampilan karakter itu. Dia tidak menjelaskan panjang lebar, hanya berkata, ‘Saya ingin kamu terlihat seperti ini.’ Saat itu saya berpikir, ‘Orang ini benar-benar berani.’ Dan saya langsung berkata, ‘Saya tidak sabar. Ayo kita kerjakan,’” tutur Cruise.
Menurut Cruise, setiap karakter membutuhkan pendekatan yang berbeda, mulai dari bahasa tubuh hingga tata rias. Semua elemen tersebut dibangun secara bertahap selama proses memahami cara karakter berinteraksi dan berkomunikasi.
Digger dijadwalkan tayang pada 2 Oktober. Film ini direkam menggunakan format VistaVision dengan kamera rancangan tahun 1954. Dalam proyek tersebut, Iñárritu kembali berkolaborasi dengan sinematografer peraih Oscar, Emmanuel Lubezki, yang sebelumnya bekerja bersamanya dalam The Revenant.
Cruise pun meyakini film ini akan menghadirkan pengalaman sinematik yang berbeda bagi penonton.
“Ketika Anda menonton Digger, Anda akan melihat begitu banyak lapisan dalam proses pembuatannya. Alejandro belum pernah membuat film seperti ini, dan saya pun belum pernah terlibat dalam film seperti ini,” kata Cruise.
Editor: M. Hilal Eka Saputra Harahap
Copyright © KABARIN 2026